Kepala Desa Kuala Patah Parang, Dedi Suandi, S.Pd, menegaskan bahwa isu stunting menjadi perhatian serius pemerintah desa karena menyangkut masa depan generasi penerus.
Penanganan stunting dan pelayanan Posyandu balita adalah prioritas kami.
Pemerintah desa bersama kader Posyandu terus aktif melakukan pendampingan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta edukasi kepada orang tua,ujar Dedi Suandi kepada media ini
(8 Februari 2026)Ia menjelaskan, Posyandu tidak hanya menjadi tempat penimbangan balita, tetapi juga pusat layanan kesehatan dasar yang mencakup pemeriksaan gizi, imunisasi, serta penyuluhan kesehatan ibu dan anak.
Kami memastikan Posyandu berjalan aktif. Kader-kader bekerja dengan penuh tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada balita dan ibu hamil, tambahnya.
Menurut Dedi Suandi, pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan pihak terkait guna menekan angka stunting melalui langkah-langkah preventif, termasuk edukasi pola makan sehat dan pemantauan gizi secara berkala.
Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Ini kerja bersama antara pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” tegasnya.Ia berharap, dengan pelayanan Posyandu yang aktif dan kesadaran masyarakat yang semakin meningkat, angka stunting di Desa Kuala Patah Parang dapat ditekan secara signifikan.
Kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa pemerintah desa aktif hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam pelayanan kesehatan dasar, sekaligus menepis anggapan bahwa kepala desa tidak berada di tempat atau tidak menjalankan tugasnya.
(Red)
