Program M4CR di Kuala Selat, 9 Kelompok Mangrove Disebut Terlibat, Total Dana Menunggu Data Resmi


INHIL- Kegiatan rehabilitasi mangrove melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), menjadi perhatian. Besaran total dana yang dikucurkan kepada kelompok pelaksana kegiatan hingga kini masih menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.

Saat dikonfirmasi mengenai harga bibit dan bambu yang digunakan dalam kegiatan tersebut, Kordinator Mangrove Inhil, Wahyu, menjelaskan bahwa harga tersebut telah disepakati antara program dan pelaksana kegiatan berdasarkan hasil negosiasi teknis.

Untuk harga sesuai dengan yang sudah disepakati bersama program dan pelaksana kegiatan berdasarkan hasil negosiasi teknis. Harga bibit adalah Rp2.100 per bibit, harga bambu adalah Rp17.000 per batang,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, bibit dan bambu yang digunakan dalam kegiatan harus sesuai dengan spesifikasi serta ketentuan yang telah tertuang dalam kontrak swakelola.

Sementara terkait data total dana yang dikucurkan ke rekening kelompok, Wahyu mengarahkan agar permintaan data tersebut disampaikan langsung kepada PMO Manager M4CR Kementerian Kehutanan RI, dengan tembusan kepada PPIU Manager M4CR Provinsi Riau.

Wahyu juga menyarankan agar media melakukan konfirmasi kepada Manager M4CR Provinsi Riau, Arif Fahrurozi.Menurut keterangan yang disampaikan kepada media ini, Arif menyebut pihaknya akan turun langsung ke Desa Kuala Selat untuk melihat lokasi kegiatan dan mengundang media untuk hadir.

Sebelumnya, pada 13 Agustus 2026, Wahyu juga menyampaikan undangan kepada media ini untuk hadir di Desa Kuala Selat pada 15 Agustus 2026 sekaligus melakukan klarifikasi terkait pemberitaan yang telah diterbitkan.

Bapak diundang hadir pada tanggal 15 ini di Desa Kuala Selat sekaligus klarifikasi terkait berita yang bapak terbitkan,” demikian pesan Wahyu.Ia juga menyampaikan bahwa biaya transportasi untuk satu orang akan ditanggung oleh pihak mereka.

Kades Kuala Selat Jelaskan Keterlibatan Istrinya

Dalam perkembangan yang sama, Kepala Desa Kuala Selat, Nurjaya, memberikan penjelasan terkait keterlibatan istrinya dalam kegiatan kelompok mangrove di desa tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai apakah istrinya pernah menjadi bagian dari kelompok mangrove, Nurjaya mengatakan istrinya tidak lagi berkecimpung dalam kelompok sejak tahun 2025 setelah diangkat sebagai PPPK.Istri saya tak berkecimpung lagi di kelompok dari tahun 2025 semenjak diangkat jadi P3K, karena undang-undangnya tak membolehkan,” jelas Nurjaya.

Nurjaya kemudian menjelaskan bahwa pada 2024, saat kegiatan mangrove mulai dilaksanakan di Kuala Selat, istrinya pernah menjabat sebagai ketua kelompok.2024 mulai kegiatan di Kuala Selat. Istri saya yang jadi ketua kelompok mengelola penanaman 32 ribu bibit dengan pola pengayaan seribu di lahan bekas tambak ikan keluarga kami,” katanya.

Menurut Nurjaya, penunjukan istrinya sebagai ketua kelompok pada waktu itu telah dikonfirmasikan kepada pihak BRGM. Ia menyebut, berdasarkan keterangan yang diterimanya saat itu, penunjukan tersebut tidak menyalahi ketentuan.

Namun, setelah istrinya diangkat sebagai PPPK, ia mengundurkan diri dari kelompok karena adanya persoalan jam kerja sebagai guru PPPK yang beririsan dengan kegiatan kelompok.Disebut Ada Sembilan KelompokKetika ditanya mengenai jumlah kelompok mangrove yang terdapat di Desa Kuala Selat, Nurjaya menyebut terdapat sembilan kelompok.Kalau kelompok ada 9,” ujarnya.

Terkait nomor kontak masing-masing ketua kelompok, Nurjaya menyarankan agar data tersebut diminta kepada pihak pemerintah desa yang menangani kegiatan.Nurjaya juga menyampaikan bahwa ke depan pihak desa akan menyerahkan persoalan rehabilitasi mangrove kepada pihak yang melaksanakan program M4CR.

Kedepan awak serahkan ke yang punya kegiatan M4CR persoalan rehab mangrove. Jadi desa tak terkait lagi,katanya.

Nurjaya juga mempersilakan media melakukan pemberitaan berdasarkan hasil konfirmasi yang telah dilakukan.Abg pun setelah saya konfirmasi terserah abg aje dak buat pemberitaan macam mane. Kami ngikut aje, ujarnya.

Total Dana Masih Menunggu Data Resmi

Hingga berita ini diterbitkan, media ini belum memperoleh data resmi mengenai total keseluruhan dana yang dikucurkan ke rekening kelompok untuk kegiatan M4CR di Desa Kuala Selat.Karena itu, besaran anggaran tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak pengelola program maupun instansi terkait.

Media ini tidak menyimpulkan adanya pelanggaran atau penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan narasumber yang telah dikonfirmasi, sementara data mengenai total anggaran masih menunggu informasi resmi.

Media ini membuka ruang hak jawab, klarifikasi, dan koreksi bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan sesuai dengan ketentuan jurnalistik.

(Red)

6
Hey there, We are Blossom Themes! We are trying to provide you the new way to look and use the blogger templates. Our designers are working hard and pushing the boundaries of possibilities to widen the horizon of the regular templates and provide high quality blogger templates to all hardworking bloggers!
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjHrPSoGrPP6nbi6_h2_QsXhE3ciJLz56bSpY6mk0FzKzpWPtN-_Rz3XBekU3nkaATTv-O2u-DspRRLpE69AM_lEJvrYi7lAKkwDr4u1CxoQdiBHFU_jIjvSviuHtvsajaHcgg9g-vuyZLMafkEo58k_lKepWyAoetAoiz1FAoz3lhp404Rh4dE1ORStSw=s1350