INHIL-Banjir kembali melanda pusat Kota Tembilahan dan berdampak langsung terhadap aktivitas pedagang kaki lima. Sejumlah lapak pedagang dilaporkan terendam air sehingga mereka tidak dapat berjualan, Senin sampai Selasa 6 Januari 2026
Salah seorang pedagang, robi, mengatakan ketinggian air cukup besar dan hingga malam' hari belum menunjukkan tanda-tanda surut. Menurutnya, lambatnya air surut disebabkan oleh saluran air yang tidak pernah kering dan tidak berfungsi optimal.
Air hari ini cukup besar dan lambat surut. Saluran air di sekitar sini tidak pernah kering. Coba lihat saja di samping kontrakan ini,” ujar Robi
Hal senada disampaikan Ibu Nesi, pedagang gorengan dan makanan di Pasar Jongkok Tembilahan Kota. Ia mengaku tetap berjualan meski dalam kondisi banjir, namun pembeli sangat sepi.
Jualan tetap sedikit dibuka, tapi pembeli cuma orang sekitar.Banyak yang malas turun karena kondisi banjir makin tinggi,” ungkapnya.Sementara itu, Pak Hat, pedagang lainnya, mengaku selama dua hari terakhir tidak memperoleh pemasukan akibat banjir yang belum juga surut.
Sudah dua hari ini tidak ada pemasukan. Air banjir ini lama surutnya karena got tersumbat,” katanya.Para pedagang menilai banjir diperparah oleh saluran drainase yang tersumbat sampah, terutama plastik yang menumpuk di dalam got. Kondisi tersebut membuat air sulit mengalir keluar.
Ibu Nesi berharap pemerintah lebih serius dalam melakukan pembersihan drainase secara menyeluruh dan merata. Ia juga mengusulkan adanya sanksi tegas bagi warga yang membuang sampah sembarangan.Kalau bisa pemerintah bersihkan got benar-benar, jangan tidak merata. Perlu juga ada denda bagi warga yang buang sampah sembarangan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti minimnya fasilitas tempat sampah di kawasan Pasar Jongkok. Menurutnya, ketiadaan tempat sampah membuat sampah berserakan dan saat banjir, sampah ikut terbawa air lalu masuk ke saluran got.Di pasar ini tidak ada tempat sampah. Jadi kalau banjir, sampah ikut turun dan masuk ke got,” pungkasnya.
(Red)

Posting Komentar untuk "Banjir Rendam Lapak Pedagang Kaki Lima di Pusat Kota Tembilahan"