Harga Kelapa Turun Menjadi Sekitar Rp3.600 per Kilogram, Pimpinan Pondok Pesantren Al Masyhad Tetap Bantu Orang Tua Panen Kelapa


INHIL-Pimpinan Pondok Pesantren Al Masyhad turut membantu orang tua bekerja dengan memanen dan mengumpulkan kelapa di kebun. Aktivitas tersebut dilakukan sebagai wujud bakti kepada orang tua sekaligus mengharapkan keberkahan dari doa kedua orang tua.

Kegiatan membantu orang tua ini dijalani dengan penuh keikhlasan, meskipun harga kelapa saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya harga kelapa berada di kisaran Rp6.600 per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp3.600 per kilogram. Kondisi ini terjadi pada Jumat (19/11/2025) dan dirasakan langsung oleh para petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Meski harga terus merosot, semangat bekerja dan rasa syukur tetap dipegang. Menurut Munawir, membantu orang tua merupakan bagian dari pendidikan akhlak yang ditanamkan di lingkungan Pondok Pesantren Al Masyhad. Nilai-nilai tersebut meliputi penghormatan kepada orang tua, meringankan beban keluarga, serta menanamkan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu.

“Bersyukur itu berkat,” menjadi prinsip yang terus dijalani. Dengan sikap syukur, setiap usaha diharapkan tetap membawa kebaikan dan mabbarakka (berkah), meskipun hasil yang diperoleh belum maksimal.

Kegiatan ini juga mencerminkan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada ilmu agama, tetapi juga pembentukan karakter agar santri dan pimpinan pondok memiliki kepedulian, kemandirian, serta tanggung jawab terhadap keluarga dan lingkungan sekitar.

Namun di sisi lain, anjloknya harga kelapa hingga saat ini masih menjadi keluhan serius masyarakat Inhil. Para petani menilai belum ada pimpinan pemerintahan yang benar-benar membela dan melindungi harga kelapa lokal. Harga kelapa dinilai kerap dimainkan, sementara belum ada kebijakan tegas yang mampu menetapkan dan menstabilkan harga di tingkat petani.

“Ketika harga kelapa sempat berada di angka Rp6.600, wajah orang tua kami mulai tersenyum. Namun kini senyum itu kembali pudar karena harga kelapa turun lagi,” ungkap salah seorang petani.

Ironisnya, di tengah turunnya harga kelapa, harga kebutuhan pokok justru tetap tinggi dan cenderung naik. Bahan dapur dan kebutuhan sehari-hari tidak mengalami penurunan harga, salah satunya harga telur yang masih bertahan mahal. Kondisi ini semakin memberatkan kehidupan petani kelapa.

Meski demikian, para petani kelapa di Inhil menyatakan akan tetap bertahan dan berusaha dengan penuh kesabaran. Mereka memilih untuk tetap bersyukur dan menyerahkan hasil usaha kepada Allah SWT, sembari berharap adanya perhatian dan kebijakan nyata dari pemerintah terhadap nasib petani kelapa.


(Red)

Posting Komentar untuk "Harga Kelapa Turun Menjadi Sekitar Rp3.600 per Kilogram, Pimpinan Pondok Pesantren Al Masyhad Tetap Bantu Orang Tua Panen Kelapa"

6
Hey there, We are Blossom Themes! We are trying to provide you the new way to look and use the blogger templates. Our designers are working hard and pushing the boundaries of possibilities to widen the horizon of the regular templates and provide high quality blogger templates to all hardworking bloggers!